TimesAsiaNews.com | Jakarta, Diketahui saat ini Indonesia memiliki 32 bandara internasional. Pemerintah berencana bakal memangkas separuh dari jumlah bandara internasional yang ada di Indonesia menjadi sekitar 14 atau 15 saja.
Rencana pemangkasan jumlah bandara internasional tersebut diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dia beralasan, hal itu untuk meningkatkan pariwisata dalam negeri sehingga mendorong masyarakat memilih berlibur di dalam negeri saja.
“Namun yang kita tidak mau kan membuka airport sebesar-besarnya lebih banyak orang Indonesia yang ke luar negeri daripada di dalam negeri. Padahal, kalau kita lihat pariwisata itu 70% lokal 30% asing. Kenapa Pak Sandi (Sandiaga Uno-Menpar) juga sekarang mendorong percepatan pariwisata bisa mulai recover,” terang Erick di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2).
Mentri BUMN Erick membeberkan, rencana memangkas jumlah bandara internasional di Indonesia telah disetujui Presiden Joko Widodo dan juga diketahui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menurut Erick, pemerintah saat ini fokus melanjutkan target penerbangan domestik.
“Sehingga kemarin kita rapat mengenai industri pariwisata dan bagaimana implikasi dengan pertumbuhan ekonomi. Presiden memimpin langsung. Di situ kita, Pak Menhub, ada kesepakatan, silahkan Pak Menhub, kita akan membuka untuk internasional Airport itu 14-15 saja,” bebernya.

Maskapai BUMN seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air juga hendak menambah jumlah pesawat hingga mencapai 140 armada.
Di seluruh provinsi di Indonesia, tercatat ada 340 bandara berdasarkan informasi di laman Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, di mana 32 di antaranya berstatus bandara internasional, sedangkan yang lainnya adalah bandara kelas I, Kelas III, dan Satuan Kerja.
Berikut daftar bandara internasional di Indonesia.
- Kualanamu
- Sultan Iskandar Muda
- Supadio
- Frans Kaisiepo
- Halim Perdanakusuma
- Husein Sastranegara
- Adisutjipto
- Kertajati
- Polonia
- Raja Haji Fisabilillah
- Soekarno Hatta
- Sultan Mahmud Badaruddin II
- Hang Nadim
- Juwata
- Sentani
- Sultan Syarif Kasim II
- I Gusti Ngurah Rai
- Juanda
- Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan
- El Tari
- Jendral Ahmad Yani
- Sam Ratulangi
- Syamsudin Noor
- Silangit
- Adi Sumarmo
- Lombok Praya
- Pattimura
- Selaparang
- Sultan Hasanuddin
- Mopah
- Minangkabau International Airport
- Bali Baru
Dari jumlah 32 nantinya hanya tinggal 14-15 saja. (CNN/asianews)














