TimesAsiaNews.com | Jabar – Akibat aksi Mario Dandy Satrio dalam penganiayaan terhadap David (20/2) kini berimbas sangat luas. Peristiwa tindakan penganiayaan oleh Mario Dandy Satrio tak hanya menyeretnya jadi tersangka dan mendekam di jeruji besi.
Bahkan lebih dari itu, Mario Dandy Satrio juga membuat sang ayah, Rafael Alun Trisambodo dicopot dari jabatannya sebagai pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan. Hingga belakangan ayah Mario Dandy Satrio itu mengundurkan diri sebagai ASN di Dirjen Pajak.
Lebih parahnya lagi, kebiasaan Mario Dandy Satrio memamerkan barang mewahnya mengantarkan publik menyoroti kekayaan keluarganya.
Alhasil beberapa bisnis milik Rafael Alun Trisambodo dan istri jadi bulan-bulanan netizen di media sosial. Terbaru, tingginya sorotan masyarakat pada keluarga Mario Dandy Satrio yang bergaya hidup mewah, dikhawatirkan menimbulkan persepsi negatif.
Imbasnya komunitas Motor Gede (Moge) DJP alias Dirjen Pajak yang melambangkan kemewahan membuat Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengeluarkan keputusan tegas.
Mantan Direktur Bank Dunia itu meminta agar klub Moge Dirjen Pajak yang bernama BlastingRijder dibubarkan. Dikutip Kabar Inspirasi Jabar dari unggahan instagram pribadi Sri Mulyani, sang Menteri Keuangan itu menilai jika memamerkan Moge bagi pejabat atau pegawai pajak adalah pelanggaran.
“Bahkan apabila Moga tersebut diperoleh dan dibeli dengan uang halal dan gaji resmi; mengendarai dan memamerkan Moga bagi pejabat/pegawai pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatuhan dan kepantasan publik. Ini mencederai masyarakat,” tulis Sri Mulyani.
Publik pun menilai jika penganiayaan oleh Mario Dandy Satrio seperti pintu gerbang tabir gelap pejabat Dirjen Pajak. (*/kabarinspirasi/tanews).








