Kapal Kontainer Terbesar Sandar di Dermaga Jakarta

Transportasi828 Views
banner 468x60

TIMESASIANews.com | Jakarta – Sebuah kapal kontainer sandar di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, beberapa waktu lalu.

Kapal bernama Alexander von Humboldt, yang dioperasikan maskapai peti kemas Prancis, CMA CGM itu merupakan satu dari tiga kapal dengan kapasitas 16 ribu twenty foot equivalent unit (TEU) milik pelayaran tersebut yang akan melayani Jakarta-AS (Amerika Serikat) setiap minggu.

Dengan kapasitas sebesar itu, Alexander von Humboldt merupakan kapal kontainer terbesar yang pernah sandar di pelabuhan di Indonesia. Dua kapal sedimensi lainnya adalah Jules Verne dan Marco Polo.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, mengungkapkan bahwa dengan adanya pelayanan langsung ke AS lewat kapal berkapasitas bongsor milik CMA CGM tadi akan meningkatkan efisiensi logistik dari segi harga dan waktu.

Dengan begitu, harapannya semua kargo-kargo yang ada di sekitar Pulau Jawa bisa ke Pelabuhan Tanjung Priok dahulu baru ke negara tujuan daripada ke Singapura.

Dipastikan bahwa biaya logistik akan semakin kompetitif sehingga Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi Trans shipment di Asia Tenggara. Hal ini menjadi peluang besar bagi ekspor Indonesia untuk mengirimkan barang dengan waktu yang singkat yakni 23 hari dan meminimalkan penanganan alih muat di berbagai pelabuhan.

Layanan Jakarta-AS (diberi nama Columbus JAX) CMA CGM itu menawarkan konektivitas tanpa batas ke Pantai Timur dan Pantai Barat AS dengan waktu transisi 34 hari dan meningkatkan waktu transit industri.

Layanan JAX mengirimkan produk lokal dan produk manufaktur seperti kertas, karet, garmen dan barang elektronik dari Indonesia ke Amerika Utara setiap minggu.

Chief Executive Officer CMA CGM Asia Pacific Limited, Laurent Olmeta menuturkan, layanan tersebut merupakan komitmen CMA CGM dalam penyediaan konektivitas pasar dan memberikan keunggulan layanan.

Sementara itu, Pelindo pasca-merger berfokus pada standardisasi operasional dalam efisiensi dan efektivitas layanan di seluruh terminal untuk mengurangi port stay dan cargo stay di pelabuhan sehingga menurunkan biaya logistik di Indonesia.

Sebelumnya diketahui layanan Columbus JAX, CMA CGM pernah meluncurkan dan menyediakan layanan direct call yang dinamai Java South East Asia Express Service pada April 2017. Menggunakan MV Titus dengan kapasitas 10,000 TEU, layanan ini menuju Los Angeles. MA CGM juga mengoperasikan MV Tage dalam layanan ini.

Presiden Joko Widodo pernah melepas ekspor nasional menggunakan layanan tersebut pada 2018, dengan rutenya meliputi Jakarta-Laem Chabang (Thailand)-Ho Chi Minh (Vietnam)-Los Angeles.

Sayang, layanan ini hanya berlangsung setahun dan terpaksa dihentikan karena muatan yang diangkut, khususnya dari Jakarta, terbilang rendah dan tidak bertumbuh.

Jika layanan direct call tidak mencapai economics of scale, tarifnya tetap akan tinggi karena fixed costs kapal-kapal besar sangat tinggi. Layanan direct call bukanlah segalanya.

Saat ini, situasi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja. Ekspor ke AS di semester kedua menurun. Throughput peti kemas turun sebesar 11 persen pada September dibanding Agustus (month-to-month).

Boleh dikatakan tahun ini tidak ada peak season karena permintaan turun. Ocean freight untuk spot rate juga turun sementara contract rate yang sudah kadung disepakati antara shipper/consignee dan operator pelayaran peti kemas akan direvisi. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *