Kenavigasian Peta Elektronik dan Kompetensi Pelaut Menunjang Keselamatan Pelayaran

Maritim1567 Views
banner 468x60

TIMESASIANews.com | Jakarta – Sebagai negara maritim dengan wilayah laut yang luas, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki lalu lintas pelayaran yang sangat padat dan ramai, dan dari keselamatan pelayaran tersebut menjadi isu penting.

Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) bekerja sama dengan Direktorat Kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kompetensi surveyor hidrografi melalui zoom meeting virtual yang diselenggarakan bersama Kantor Kesyahbandaran kelas I Tanjung Periok. Rabu (21/12/2022).

Turut bergabung sebagai pembicara, Kepala Disnav Kelas I Tanjung Periok Raymond Ivan H.A.S., Asopsusurta DanPushidrosal Laksma TNI Dyan Primana Sobarudin, M.Sc., Pengamat/Praktisi Kenavigasian Ir. Hengki Angkasawan, Guru Besar ITL Trisakti Prof., Dr, Capt. HM Thamrin, MM., Vice President Nautika PT. Pelni Akhmad Sadikin.

Sebagai moderator dalam Pendidikan Surveyor Hidrografi dengan standar International Hydrographic Organization (IHO) tersebut oleh, Grace Binowo dari Marsec & Access to Justice
IOJI dan Putri Sampurna Ningrum S.
Kel, dari PKWT Pushidrosal.

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Nurhidayat sempat memberikan kata sambutan pembukaan secara virtual.

Hadir juga Laksma Dyan Primana Sobarudin M.Sc., sebagai pembicara sekaligus memberikan presentasi pada acara yang disiarkan secara online tersebut.

Laksma Dyan mengatakan, keselamatan pelayaran mesti ditunjang dengan kompetensi kelayakan pelaut, kenavigasian dan kecakepan pelaut itu sendiri.

“Peningkatan kemampuan Direktorat Kenavigasian dalam mendukung tugas pokoknya telah dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan TNI AL, dalam hal ini Pushidrosal, melalui peningkatan kompetensi surveyor hidrografi,” kata Laksma TNI Dyan dari Markas Komando Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Dyan Primana menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang survei hidrografi menuntut sumber daya manusia yang kompeten.

Dyan juga menuturkan, pendidikan surveyor hidrografi saat ini berkategori B standar IHO untuk para personel kenavigasian merupakan upaya penyediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang hidrografi.

“Perwujudan Indonesia sebagai poros maritim memerlukan sumber daya manusia yang unggul di bidang hidrografi,” ucapnya.

Berbagai masukan dan tanggapan dari para pembicara secara daring tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 Wib, hingga pukul 12.00 Wib.

Seminar pengetahuan terkait navigasi peta elektronik atau ECDIS (Electronic Chart Display & Information System) ini juga hadiri dan disaksikan pula secara online oleh Ketum CAASA Capt. Komang Juni Wirawan M. Mar., dan Capt. Bintang Novi M. Mar.

Kepala Disnav Kelas I Tanjung Periok Raymond Ivan mengatakan, faktor utama dalam perencanaan suatu alur pelayaran yang aman adalah dengan diadakannya survei hidrografi yang memiliki peran sentral di setiap kegiatan kemaritiman dan menjadi centre of gravity dalam pembangunan kemaritiman nasional. Termasuk di antaranya pengembangan Tol Laut serta penempatan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Adanya dukungan layanan hidrografi nasional yang aman dan efisien tentunya akan turut mendorong perkembangan perekonomian. Selain itu dapat membantu upaya perlindungan lingkungan maritim dan mendukung pengelolaan zona maritim nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan ke depan kerjasama yang baik antara Kementerian Perhubungan dengan Pushidrosal dapat terus terjalin sehingga terus menghasilkan SDM yang andal di bidang hidrografi. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *