TimesAsiaNews.com | Jakarta – Negara Arab Saudi bikin geger warga Dunia dengan rencana menyulap Riyadh menjadi kota futuristik. Komplit dengan Mukaab yang disebut-sebut sebagai Ka’bah modern. Sanggupkah?
Rencana pembangunan Riyadh baru dengan Mukaab itu dipelopori oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Pembangunan itu merupakan proyek “Murabba Baru” (alun-alun baru).
Melihat dari video yang dirilis, Riyadh baru nantinya jauh berbeda. Menjadi lebih luas, lebih modern. Ibu kota diperluas sekitar 19 kilometer persegi dengan perkiraan dapat menampung ratusan ribu penduduk.
Sehingga Jantung dari proyek itu adalah Mukaab, sebuah kubus setinggi 400 meter (1.312 kaki), lebar 400 meter, dan panjang 400 meter yang cukup besar untuk memuat 20 bangunan Empire State, pencakar langit berlantai 102 di Midtown Manhattan, New York City.
Dan proyek itu dijalankan dengan menggunakan Dana Investasi Publik (PIF), dana kekayaan negara senilai USD 620 miliar. Pelaksanaan proyek di dipimpin langsung oleh MBS. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2030.

“Dulu, kalian melihat Arab Saudi secara negatif. Sebuah negara yang berafiliasi dengan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Andreas Krieg, peneliti di Institut Studi Timur Tengah King’s College London, seperti dikutip CNN.
“Tapi, sekarang mereka mencoba menawarkan narasi baru untuk menjadi negara pembangunan dan negara yang dapat membangun kota-kota futuristik,” dia menambahkan.
Tujuannya, untuk menggaet lebih banyak wisatawan dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Selama ini, Arab Saudi bergantung kepada traveler muslim yang datang untuk umrah atau naik haji.
Tetapi, rencana itu dinilai terlalu ambisius. Riyadh memiliki pesaing berat di Timur Tengah. Dua negara yang sudah lebih dulu menyadari potensi cuan besar dari wisata adalah Dubai dan Doha.
“Menjadi yang kedua dalam lomba selalu merupakan tempat yang sulit untuk memulai ketika Anda ingin menjadi pemimpin,” kata Simon Henderson, direktur program Kebijakan Teluk dan Energi di The Washington Institute.
Dia menambahkan bahwa sangat sulit bagi Arab Saudi untuk melewati popularitas Doha dan Dubai. Sebab, Saudi terlalu identik sebagai destinasi wisata liburan muslim. Selain itu, Saudi telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk tidak menarik pengunjung asing non-Muslim.
“Semakin absurd dan futuristik proyek-proyek ini, semakin saya tidak bisa tidak membayangkan betapa lebih banyak distopia yang mengelilinginya,” tulis Dana Ahmed, seorang peneliti Teluk di Amnesty International, di Twitter.

Kerajaan Arab Saudi meluncurkan megaproyek terbaru, kota modern berbentuk kubus bernama Mukaab. Proyek ini menuai kritik dan disebut mirip Ka’bah.
Proyek tersebut berlokasi di barat laut Riyadh di area seluas 19 km persegi di persimpangan jalan Raja Salman dan Raja Khalid. Foto: Newmurabba.com


Megaproyek ini juga mencakup 104 ribu unit hunian, 9 ribu kamar hotel, 980 ribu meter persegi ruang ritel, dan lainnya. Foto: Newmurabba.com

Di bagian tengah akan ada ‘Mukaab’ yang diartikan sebagai kubus, yakni bangunan raksasa dengan panjang, lebar dan dalam 400 meter.

Gedung kubus Mukaab berukuran besar, diklaim dapat menampung 20 gedung sebesar Empire State di New York, Amerika Serikat. Foto: Newmurabba.com

Mukaab disebut-sebut akan menambah 180 miliar riyal atau setara Rp 724,8 triliun bagi ekonomi Arab Saudi dan menciptakan 334 ribu lapangan pekerjaan baik langsung maupun tidak langsung. Namun, tak disebutkan berapa nilai proyek raksasa tersebut.

Di media sosial, proyek ini menuai kritik. Ada yang mengaitkan proyek ini sebagai Ka’bah baru. “Membangun Ka’bah baru yang secara eksklusif ditujukan untuk kapitalisme agak terlalu sulit,” kata reporter Intercept, Murtaza Hussain. Foto: Newmurabba.com

Ada juga yang menyamakannya dengan Tesseract, yakni kubus yang dalam Marvel Cinematic Universe, dan netizen lain menyebut bentuknya mirip Borg Cube yakni pesawat ruang angkasa atau markas di Star Trek. Foto: Newmurabba.com

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman meluncurkan megaproyek pembangunan kota modern berbentuk kubus bernama Mukaab pada 16 Februari 2023. Foto: Newmurabba.com

Dikutip dari Middle East Eye, Mukaab akan dibangun oleh New Murabba Development Company yang akan dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan bertujuan mengembangkan pusat kota modern terbesar di dunia di Riyadh. (*/detik/tanews).








