Media Asing Soroti Prabowo saat Wawancara Eksklusif dengan Al-Jazeera

International, Politik2833 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | ChinaPrabowo Subianto terpilih sebagai Presiden Indonesia, pada hasil penghitungan akhir di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Pusat. Atas kemenangan tersebut, menurut Al-Jazeera adalah antara kontroversi dan harapan.

Dalam wawancara media yang bermarkas di Qatar tersebut secara eksklusif, Prabowo menyatakan bersiap untuk mengambil tampuk kekuasaan.

Percakapan empat mata dengan Prabowo Subianto, di peternakannya Jakarta, menurut media Al-Jazeera dalam diskripsi tayangnya adalah kemenangan kontroversial yang diperebutkan, membahas perjalanan politik dan visinya untuk Indonesia, sebuah negara dengan keragaman dan potensi yang luas. Selami kompleksitas dan aspirasi karirnya untuk ekonomi terbesar di Asia Tenggara saat ia bersiap untuk memimpin masa depannya.

Prabowo Subianto melakukan wawancara dengan media asing Al-Jazeera yang diunggah di kanal Youtube nya. Ahad (12/5) itu mendapat sorotan dari beberapa media asing lainnya.

Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Prabowo Subianto ditanya mengenai banyak hal mulai dari pemilu hingga masa depannya sebagai presiden nanti.

Sorotan utama adalah saat Prabowo Subianto berbicara soal hubungan dengan negara lain, diantaranya:

1. The Straits Times

Media asing The Straits Times menuliskan soal cara Prabowo meredakan ketegangan regional. Prabowo akan mengambil sikap yang lebih tegas dalam kebijakan luar negeri dengan mengatakan diplomasi, negosiasi dan Asian Way.

Saat itu, Prabowo ditanya Al-Jazeera soal persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok untuk mendapatkan pengaruh di Indonesia. Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu menjawab bahwa ia terbuka pada dua negara dan menghormati semuanya.

“Kami mengundang Amerika, Jepang, Korea, dan Eropa. Fakta bahwa kami berteman dengan Anda bukan berarti kami tidak bisa berteman dengan Tiongkok, India, dan Rusia,” ujar Prabowo pada Al-Jazeera yang dikutip The Straits Times.

Baca juga:

Jokowi Beri Pangkat Jenderal Kehormatan ke Prabowo, Jubir FRD Sebut Lukai Hati Keluarga Korban Penculikan 98

2. US News

Sementara itu, media asing US News juga menyoroti jawaban Prabowo soal pengaruh negara asing.

Menurut Prabowo, negara di Asia Tenggara telah mengalami perang, penjajahan asing, dan campur tangan politik dalam negeri.

“Kami menyelesaikannya tanpa campur tangan asing, kami berbicara, kami bertemu,” ujar Prabowo.

Selain itu, US News juga menyebutkan hubungan diplomatik pada negara asing di mana ia telah berkunjung ke 3 negara setelah jadi Presiden.

Diketahui, kunjungan Prabowo itu dilakukan di Tiongkok, Jepang dan Malaysia pada bulan April 2024 lalu.

Selain soal hubungan diplomatik, Prabowo Subianto juga mengatakan soal nasib orang yang tak memilihnya.

Awalnya, pembawa acara bertanya soal orang-orang yang belum memilihnya di Pilpres 2024.

“Apa pesan yang ingin Anda sampaikan pada mereka?,” ujar media Al-Jazeera.

Prabowo menyebutkan jika ia tetap akan melakukan janjinya pada siapapun baik yang memilih maupun tak memilih.

“Saya sampaikan bahwa mereka akan lihat. Saya adalah pria yang memegang janji, saya akan buktikan pada mereka,” ujar Prabowo.

Menteri Pertahanan RI itu menambahkan jika sebelum dirinya bekerja sebagai presiden, banyak yang sudah menyadari janjinya banyak terpenuhi.

“Dan jika kamu mempelajari sosial media banyak yang menyadarinya. Jadi pemilu dalam demokrasi akan ada dialog yang keras, akan ada kritik yang keras.”

“Ini adalah bagian dari demokrasi, bagus tapi pada akhirnya saya mendapatkan mandat dan saya akan bekerja untuk rakyat saya bahkan untuk mereka yang tak memilih saya, saya akan melindungi mereka,” sambungnya.

Selain soal orang yang tak memilihnya, Prabowo juga berbicara soal Ibu Kota Negara Baru ke Al-Jazeera.

Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan untuk memindahkan ibu kota Indonesia pada dasarnya sudah digagas sejak masa pemerintahan Presiden Pertama RI, Presiden Soekarno.

“Ide untuk memindahkan ibu kota sebenarnya telah ada sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sejak Presiden Pertama RI, Presiden Soekarno.”

Baca juga:

China Membuat Peta Baru, 3 Negara Ini Protes Keras!

“Ide untuk memindahkan ibu kota sebenarnya telah ada sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sejak Presiden Pertama RI, Presiden Soekarno,” ungkapnya.

“Dan selalu ada usulan agar ibu kota sebaiknya berada di posisi yang lebih sentral,” jelasnya.

Ia menambahkan, Jakarta saat ini dihadapkan pada sejumlah masalah, termasuk sudah tidak mampu lagi untuk menampung populasi masyarakat yang angkanya mencapai 20 hingga 25 juta orang.

Dalam wawancara itu, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk melindungi serta menjamin kesejahteraan masyarakat adat yang berada di IKN. (alj/trib/tans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *