Nyatakan Hilang 10 Hari, Kapal Kargo Malaysia Ditemukan di Laut Indonesia

Maritim2726 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Johor Bahru – Sebuah kapal kargo berbendera Malaysia, yang membawa lima kru Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang selama 10 hari, dan pada akhirnya ditemukan di perairan Indonesia.

Hal tersebut dikabarkan oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), pada Selasa (10/1), bahwa kapal jenis kargo dengan tulisan nama di lambung itu adalah MV Dai Cat 06.

Menurut informasi dari Sub-Pusat Penyelamatan Maritim (MRSC) Langkawi pada hari Senin (10/1) pukul 17.13 WIB, mereka menerima informasi bahwa kapal kargo dengan kru tiga orang warga Malaysia dan dua orang warga Indonesia tersebut didapati di perairan Indonesia.

Direktur MMEA negara bagian Johor Nurul Hizam Zakaria mengatakan kapal kargo dengan muatan pipa baja berjenis logam, menurut keterangan New Straits Times senilai RM726.205 (US$166.065) itu telah berangkat dari Perak pada 23 Desember 2022 dan seharusnya tiba di Kuching, Sarawak pada 31 Desember 2022.

“Lokasi terakhir kapal ini terdeteksi melalui Automatic Identification System (AIS) pada 1 Januari di perairan Indonesia, 0,2 mil laut dari perbatasan perairan Johor,” ungkapnya.

Terdeteksinya kapal kargo itu kata Nurul Nizam terpancarnya sinyal darurat pada Senin malam (9/1).

“Sinyal terbaru berdasarkan Emergency Position Indicator Radio Beacon (EPIRB) dikirim dari 30 mil laut barat laut Pemangkat, Indonesia,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah ada kaitannya kapal kargo MV Dai Cat 06 dibajak, Nurul Hizam mengatakan bahwa pihak berwenang menyimpulkan faktor cuaca buruk yang mengakibatkan kapal hilang kontak dan hanyut hingga ke perairan Indonesia.

“Kami tidak ingin berspekulasi,” pungkasnya,

Dia menambahkan, Maritime Rescue Control Center (MRCC) di Putrajaya juga telah meminta bantuan pihak berwenang Indonesia untuk melacak keberadaan kapal tersebut.

Kata Nurul Nizam, MRSC Johor Bahru juga mengirim NAVTEX atau sistem yang memberikan informasi terbaru kepada semua petugas navigasi di laut, untuk meminta bantuan dari komunitas maritim tentang informasi apa pun terhadap kegiatan kapal yang hilang.

“Komunitas maritim diminta untuk menghubungi Pusat Operasi Maritim Negara Bagian Johor di 07-219 9401 atau MERS 999 jika mereka memiliki informasi,” tutupnya. (cna/tanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *