TimesAsiaNews.com | Karimun, Kepulauan Riau – Polres Karimun laksanakan Trauma Healing kepada Korban Laka Laut di perairan Kabupaten Karimun oleh Konselor Polres Karimun, dimulai pukul 20.00 Wib s.d 22.00 Wib, bertempat di Mako Satpolairud Polres Karimun, pada Senin (06/01/2025).
Trauma Healing dilaksanakan oleh Polres Karimun yang dihadiri Ipda Ulfah, S.H., M.M. (Pama Polres Karimun), Bripka Charles Siagian (Banit Polsek Meral), Brigpol Leonardo Sidabutar (Bhabinkamtibmas Teluk Uma Polsek Tebing).
Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K., M.H., melalui Pama Polres Karimun Ipda Ulfah, pada Senin (6/1) menuturkan, adapun jumlah korban Laka Laut adalah sebagai berikut:
Ismail (Pria), Lombok Timur 31-08-1984, Islam, Sasak, Istri 1, Anak 2, NTB.
Imam (Pria), Lombok Barat [12-01-1985], Islam, Sasak, Istri 1, Anak 2, NTB.
Liman (Wanita), Lombok [12-07-1987], Islam, Sasak, Suami 1, Anak 1, NTB.
Nono (Pria), Madura [01-01-1985], Islam, Madura, Istri 1 Anak 2, Jawa Timur.
Matnaf (Pria), Madura [04-02-1980], Islam, Madura, Istri 1 Anak 2, Jawa Timur.
Menurutnya, Trauma Healing dilaksanakan kepada Korban Laka Laut dengan tujuan supaya dapat mengobati korban secara psikologi agar tidak mengalami Trauma ataupun Stress.
“Kegiatan ini merupakan bentuk usaha dari Polres Karimun yang peduli kepada Korban Laka Laut dalam kesehatan Mental. Maka dari itu Polres Karimun melakukan observasi dan wawancara serta konseling kepada korban dan sekaligus memberikan Play Theraphy,” tuturnya.
Adapun hasil Konseling yang dilakukan kepada para Korban Laka Laut, lanjutnya, ialah dengan mendengarkan baik setiap keluhan yang mereka alami secara materil maupun non materil. Mengajak para Korban untuk dapat selalu hidup bersyukur dengan apa yang akan mereka hadapi dalam mendapatkan musibah. Juga membantu korban untuk menemukan kekuatan diri dalam melangkah maju kedepan dengan lebih mendekatkan diri, tulus dan tabah kepada Tuhan yang Maha Esa.
“Teknik Play Theraphy yang dilakukan kepada korban Laka Laut yakni mengajak korban untuk memacu motivasi mereka karna masih ada keluarga mulai dari suami, istri dan anak yang masih menunggu mereka untuk pulang,” pungkasnya.
Baca Juga:
Ipda Ulfah, juga menambahkan, “secara umum dari hasil konseling tersebut bahwa korban merasa trauma terhadap laut atas kejadian yang dialami. Korban lebih merasa hidup bersyukur karena masih diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan yang Maha Esa. Dengan kejadian ini, korban ingin bekerja dan melanjutkan hidup di kampung halamannya,” tutup Ipda Ulfah. **













