Suara Penyair Mancanegara untuk Hari Puisi Indonesia

Puisi, Tokoh1068 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Jakarta – Hari Puisi Indonesia ke-14 tahun 2026, mendapatkan perhatian dari penyair dan budayawan negara-negara asing di empat benua, yakni Eropa, Amerika, Asia dan Afrika.

Ucapan selamat dari mereka yang dikirimkan melalui video dihimpun dan kemudian ditayangkan pada layar besar yang menjadi backdrop panggung perhelatan HPI yang berlangsung di Graha Utama, Gedung Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), Jakarta Pusat. Ahad (26/7/2026).

Memiliki Hari Puisi bagi suatu negara adalah suatu penanda prestise karena hal tersebut menunjukkan ketinggian peradaban, kekuatan identitas budaya, dan juga indikasi bahwa negara tersebut mampu merawat bahasa serta kekayaan literaturnya.

Amerika Serikat bahkan menganggap puisi merupakan sarana penyembuhan sosial.

Yayasan Hari Puisi sebagai penyelenggara Hari Puisi Indonesia sejak tahun 2013, menginginkan acara tahunan HPI ini bisa menjadi jembatan kultural antar negara.

Hal itu pula yang diharapkan para penyair mancanegara yang mengimbuhi ucapan selamatnya dengan harapan agar puisi menjadi rantai koneksi yang kuat bagi penyair di seluruh dunia untuk sama-sama menyuarakan keadilan, kesetaraan gender, kemanusiaan serta sekaligus menyebarkan spirit cinta kasih.

Sebagaimana diucapkan oleh Alvaro Maio dan Isilda Nunes dari Portugal, Sayeeda Sharmin dan Shikdar Mohammed Kibriah dari Bangladesh, Maja Milojkovic dan Emir Sokolovic dari Serbia.

Baca Juga:

Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa

Selanjutnya Dimitris P. Kraniotis dari Yunani, Abdukakhor Kosimov Sattorovich dari Tajikistan, Rozalia Alexandrova dari Bulgaria, Bilal Al-masri dari Lebanon, Luz Maria Lopez dari Puerto Rico, Jasmine Sfiligoj dari Kroasia, Zlatan Demirovic dari Amerika Serikat; Manoj Krishnan dari India, Barbaros Irdelmen dari Turki dan Folajimi Notch Shoaga dari Nigeria.

Ewith Bahar, selaku koordinator yang menangani relasi Indonesia dengan penyair luar negeri, mengatakan bahwa ke depan bisa saja relasi tersebut diperkuat dengan saling kunjungan, program residensi dan sebagainya.

“Yang tentu saja bakal terbuka untuk diikuti seluruh penyair di Indonesia dengan melalui mekanisme yang akan ditentukan kemudian,” pungkasnya. ***

(Lasman Simanjuntak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *