Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Soegiharto Santoso: Sejak 2025 Sudah Melihat Kelayakannya

Headline, Opini, Tokoh1071 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si. sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Atas pelantikan tersebut, Wakil Ketua I Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., (Hoky) menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto atas amanah baru sebagai Kapolri.

Ucapan tersebut disampaikan Hoky, sapaan akrab Soegiharto Santoso, dalam semangat FBN RI “Bersatu Bela Bangsa” sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas amanah besar yang kini dipercayakan kepada Jenderal Pol. Suyudi untuk memimpin institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto atas pelantikan beliau sebagai Kapolri. Semoga amanah, diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab yang sangat besar ini,” ujar Hoky.

Menurut Hoky, amanah sebagai Kapolri bukan hanya merupakan tanggung jawab institusional, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, penegakan hukum serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Sebagai bagian dari FBN RI, saya berharap kepemimpinan beliau dapat semakin memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, menjunjung tinggi hukum, serta membangun hubungan yang semakin baik antara Polri dan masyarakat. Semangat bela negara pada hakikatnya adalah semangat menjaga persatuan, memberikan kontribusi positif dan bersama-sama membangun bangsa,” tutur Hoky.

Sejak 2025 Sudah Menyampaikan Dukungan

Pelantikan Suyudi sebagai Kapolri juga mengingatkan Hoky pada dukungan yang pernah disampaikannya secara terbuka sejak September 2025, jauh sebelum proses pergantian Kapolri memasuki tahapan resmi.

“Saya bersyukur. Apa yang dahulu saya sampaikan pada September 2025, ketika pergantian Kapolri masih sebatas dinamika dan pembicaraan publik, hari ini telah sampai pada pelantikan resmi,” kata Hoky.

Dukungan tersebut sebelumnya disampaikan Hoky melalui pemberitaan BISKOM pada 15 September 2025 dengan judul “Soegiharto Santoso Dukung Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Calon Kapolri.”
https://www.biskom.web.id/2025/09/15/soegiharto-santoso-dukung-komjen-pol-suyudi-ario-seto-sebagai-calon-kapolri.bwi

Jejak digital pemberitaan tersebut hingga kini masih dapat ditemukan di berbagai media online. Salah satunya melalui BISKOM.

Menurut Hoky, dukungan tersebut sejak awal merupakan pandangan pribadi yang didasarkan pada pengamatan terhadap pengalaman dan rekam jejak Suyudi. Ia menegaskan, dukungan itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk mendahului kewenangan Presiden dalam menentukan Kapolri.

“Saya memang sudah mendukung dan mendoakan beliau sejak 2025. Sekarang beliau telah resmi dilantik sebagai Kapolri. Saya mengucapkan selamat dan semoga beliau amanah dalam menjalankan tugas besar ini,” ujar Hoky.

Baca Juga:

Darurat Kekurangan Hakim, Reformasi Jabatan Hakim Mendesak Dipercepat

Hoky menilai pengalaman Suyudi dalam bidang reserse dan penegakan hukum, serta pengalaman kepemimpinannya di lingkungan Polri maupun saat menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menjadi bagian dari pengalaman yang akan mendukung pelaksanaan tugasnya sebagai Kapolri.

Harapan untuk Polri yang Profesional dan Semakin Dekat dengan Masyarakat
Sebagai Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO, Sekretaris Jenderal PERATIN, Wakil Ketua Umum SPRI, serta Wakil Ketua I FBN RI DPW DKI Jakarta, Hoky berharap kepemimpinan Suyudi juga dapat memberikan perhatian terhadap perkembangan teknologi dan perubahan karakter kejahatan di era digital.

“Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk kejahatan siber, penipuan digital, penyalahgunaan teknologi dan berbagai bentuk kejahatan yang memanfaatkan ruang digital. Karena itu, transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelayanan publik, profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Baca Juga:

Ganti Rugi di Bawah NJOP, Pemilik Tanah di Tangerang Minta Keadilan

Hoky juga berharap Polri semakin membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, media dan berbagai elemen bangsa lainnya.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan. Semangatnya sejalan dengan nilai FBN RI: Bersatu Bela Bangsa,” tegasnya.

Perhatian Personal di Tengah Kesibukan
Di luar kapasitasnya sebagai pejabat tinggi Polri, Hoky juga melihat sisi personal Suyudi yang menurutnya menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada mitra maupun orang-orang di sekitarnya.

Hoky menuturkan, ketika salah satu mitra di kantor hukumnya yang pernah menjadi kuasa hukumnya di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara uji materi Undang-Undang Pers, Vincent Suriadinata, S.H., M.H., melangsungkan pernikahan dengan Liana Calista Monica Rorimpandey pada 5 September 2026, Suyudi masih menyempatkan diri memberikan perhatian dengan mengirimkan karangan bunga ucapan “Happy Wedding” kepada Vincent dan Liana.

Baca Juga:

Soegiharto Santoso Kembali Surati Ketua Mahkamah Agung Terkait Perkara Kasasi

“Menurut saya, hal-hal kecil seperti itu justru menunjukkan sisi kemanusiaan seseorang. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab yang begitu besar, beliau masih menyempatkan diri memperhatikan momen penting dalam kehidupan mitra dan sahabat. Bagi saya, itu merupakan bentuk perhatian yang patut dihargai,” ujar Hoky.

Pada kesempatan yang sama, karangan bunga ucapan juga datang dari Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M., serta Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

Menurut Hoky, perhatian dari para tokoh tersebut menjadi bagian dari hubungan baik dan silaturahmi yang tetap terjaga di tengah kesibukan masing-masing.

“Bagi saya, ini bukan soal karangan bunganya semata. Yang lebih penting adalah perhatian dan silaturahmi. Ketika seseorang masih menyempatkan diri memberikan ucapan dalam momentum penting dalam kehidupan orang lain, menurut saya, hal itu memiliki nilai kemanusiaan tersendiri,” tutup Hoky. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *