TimesAsiaNews.com | Batam – Kembali terjadi keributan antara Sopir taksi online dan oknum TNI AU di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau. Dalam video yang beredar dan viral tersebut terlihat oknum anggota TNI AU menurunkan barang penumpang yang diduga sudah memesan taksi online.
Dari pantauan media pada Jumat (5/7), sebuah video sempat viral. Video yang berdurasi 28 detik itu memperlihatkan keributan antara sopir taksi online dan oknum TNI AU. Keributan itu diduga dipicu oleh penjemputan penumpang di Bandara Hang Nadim menggunakan taksi online.
“Ini dari kemarin ini bikin masalah ni,” kata seorang pria berbaju biru menunjuk sopir taksi online.
Dalam video terlihat, sopir taksi online tengah berbincang dengan seorang oknum TNI AU. Terlihat oknum TNI AU lainnya menurunkan barang penumpang dari taksi online tersebut.
“Penumpang saya kenapa diturunkan, kenapa penumpang saya diturunkan,” ujar sopir taksi online mempertanyakan kejadian tersebut.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Kota Batam, Syafrizal mengatakan bahwa barang bawaan penumpang taksi online diturunkan paksa oleh oknum TNI-Polri. Selain menurunkan barang penumpang yang telah dinaikkan ke mobil, oknum aparat tersebut juga menyuruh sopir taksi online meninggalkan area bandara.
“Ini diturunkan penumpang, dilarang barang yang naik diturunkan lagi. Itu dari oknum TNI Polri. Seperti video yang beredar. Oknum ini juga yang menyuruh rekan kami meninggalkan bandara,” kata Syafrizal, mengutip detiksumut. Jumat (5/7/2024).
Syafrizal menyebut sopir taksi online pada hari ini melakukan penjemputan penumpang di Bandara Hang Nadim Batam karena telah ada pernyataan dari manajemen bandara. Menurutnya pembolehan penjemputan penumpang taksi online itu disampaikan Direktur Bandara saat mediasi Kamis (4/7/2024).
“Kemarin pihak Bandara Internasional Batam (BIB), Pak Fikri menyatakan tidak ada sweeping dalam bandara dan beliau tidak mau melihat ada penumpang yang geret koper sampai keluar. Jadi kita online hari ini masuk, tiba-tiba di persekusi. Dilarang diturunkan penumpang, bahkan barangnya diturunkan. Inilah yang terjadi hari ini. Ada 4 unit yang diturunkan penumpang. Itu tidak tertulis, menyampaikan secara lisan di forum,” ujarnya.
Akibat keributan yang terjadi hari ini, ratusan taksi online kembali memadati area dekat pintu keluar Bandara Hang Nadim Batam sebagai aksi solidaritas.
Keributan tersebut akhirnya dimediasi oleh petugas keamanan dari kepolisian, TNI AU dan pihak manajemen bandara. Hingga saat ini ratusan sopir taksi online masih menunggu hasil mediasi di pintu keluar Bandara Hang Nadim Batam.
Sementara itu Danlanud Hang Nadim Batam Letkol Pnb Sony Aji Pramono yang dikonfirmasi terkait kejadian itu tidak banyak bicara.
“Saya belum sampaikan dulu. Saya belum memberikan keterangan ya,” kata Sony dikonfirmasi usai melakukan mediasi taksi online dan taksi pangkalan, Jumat (5/7/2024).
TNI AU Gembos Ban Mobil Taxi Online
Jauh sebelum terjadi keributan-keributan yang belakang ini sempat menghebohkan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, beberapa driver sopir taxi online juga pernah kedapatan menjemput penumpang yang memesan kenderaan secara online.
Hal tersebut disampaikan salah seorang driver taxi online yang namanya tidak mau disebutkan oleh media ini.
“Saat kejadian itu kami bertiga termasuk saya, saat itu belum berapa ramai taxi online di Batam. Kedapatan menjemput penumpang yang memesan taxi melalui aplikasi,” sebut seorang driver taxi online kepada awak media.
Setelah dilakukan mediasi di pos kepolisian bandara Hang Nadim, ketiga sopir taxi online tersebut didenda dengan cara ditilang oleh polantas.
“Kami dijebak, karena yang memesan adalah sopir taxi pangkalan itu sendiri dan mengatakan kami adalah maling, mungkin maling penumpang maksud dia,” tambahnya.
Baca Juga:
Lagi! Taxi Online dan Taxi Konvensional Bentrok di Bandara Hang Nadim Batam
“Tidak sampai di situ saja, setelah stnk kami di tahan polantas, kami diminta untuk membuat surat pernyataan oleh petugas koperasi taxi pangkalan, begitu sudah beres, ban mobil pun dikempesin. Petugas AU tidak mengizinkan kami mengisi angin walau pompa manual, di tempat (parkir). Jadi kami harus membawa mobil dalam keadaan kempes semua ban keluar area bandara,” pungkasnya. ***








