Akibat Gempa Turki dan Hilang Kontak, 2 WNI Ditemukan Meninggal Dunia

International966 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Ankara – Duka masih menyelimuti warga negara Turki dan Suriah pasca gempa yang meluluh-lantakkan kedua negara tersebut, dan lebih parahnya terjadi di Kota Turki perbatasan dengan pihak oposisi dan suku pemberontak Suriah di sana.

Akibat gempa dahsyat tersebut, dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya sempat hilang kontak ditemukan dalam keadaan tewas pasca insiden gempa di Dyarbakir, Turki.
Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan tertulisnya, mengutip CNN, Sabtu (18/2), menyebut kedua korban tewas itu merupakan Irma Lestari asal Lombok dan Ni Wayan Supini asal Bali.

Keduanya ditemukan di balik reruntuhan Apartemen Galeria di Kota Dyarbakir, pada Jumat (17/2). Lalu menyebut keduanya ditemukan lewat pencarian yang dilakukan Tim gabungan KBRI Ankara-INASAR (BASARNAS) di apartemen Galeria Residence, tempat mereka menetap.

“Setelah jenazah ditemukan, proses identifikasi dilakukan dengan dukungan Tim DVI Polri yang saat ini sedang berada di Hatay. Dari hasil identifikasi tersebut, kedua jenazah yang ditemukan dapat dikonfirmasi identitasnya,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menghubungi langsung keluarga korban yang berada di Indonesia. Ia menyebut petugas sedang melakukan pemulasaraan dan membawa jenazah dari Diyarbakir ke Adana untuk proses pemulangan ke tanah air.

Rencananya jenazah kedua korban akan diberangkatkan dari Adana ke Jakarta pada Rabu (22/2).

“Kita semua sangat berduka cita. Insya Allah dengan telah terkonfirmasinya jenazah kedua saudara kita, KBRI Ankara dan Kementerian Luar Negeri akan segera mengupayakan pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing,” tuturnya.

Lalu menjelaskan Irma dan Supini merupakan pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai terapis spa profesional di Dyarbakir. Apartemen tempat mereka tinggal hancur total akibat gempa. Total terdapat 89 korban meninggal di apartemen tersebut.

Gempa
Turki berduka usai gempa dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang negara itu hingga Suriah pada 6 Februari pagi waktu setempat.

Imbas bencana itu sebanyak 41.132 orang dari dua negara meninggal. Korban di Turki mencapai 35.418 orang, sementara di Suriah 5.714 orang.

Indonesia mengerahkan tim SAR untuk membantu proses pencarian. Selain itu, Indonesia juga mengirim tim medis dan bantuan logistik berupa bahan makanan serta selimut untuk menghadapi musim dingin di negara itu.

Turki Berencana Buka Perbatasan dengan Suriah untuk Distribusi Bantuan

Melansir Reuters yang dikutip dari Antara Turki berencana membuka kembali lintas perbatasan ke wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah untuk dapat mengirimkan langsung bantuan tanggap bencana gempa, kata seorang pejabat Turki pada Jumat pekan lalu.

Setelah satu dekade bermusuhan, Turki juga mempertimbangkan untuk membuka perbatasan ke wilayah Idlib yang dikuasai pihak oposisi Suriah.

Turki dan Suriah memutuskan hubungan diplomatik setelah Presiden Bashar Al Assad pada 2011 menindak keras para pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintahannya.

Tindakan Assad itu akhirnya menimbulkan perang saudara dan memaksa jutaan warga Suriah mengungsi ke Turki.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mendukung pemberontak Suriah dengan mengirim pasukan Turki ke Suriah bagian utara.

Setelah hampir 12 tahun konflik tersebut berjalan, Erdogan berharap bisa berdialog dengan Assad, dan menteri-menteri pertahanan Turki dan Suriah sudah bertemu untuk berdiskusi pada Desember lalu.

“Ada rencana untuk membuka gerbang perbatasan Yayladagi-Kasab. Bantuan yang dikirim dari sana akan langsung mencapai wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah,” kata pejabat Turki itu.(tanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *