Kabut Asap Selimuti Wilayah Sumut, Angga Pratama Serukan Perlindungan Kesehatan Masyarakat

Opini, Peristiwa, Sumatera1066 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Medan – Sebaran kabut asap yang terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) menjadi perhatian serius, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, keselamatan aktivitas harian, dan kualitas lingkungan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pemantauan citra satelit pada Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 WIB menunjukkan adanya sebaran asap di wilayah Sumut. Pengamatan di sejumlah stasiun meteorologi juga mencatat penurunan jarak pandang hingga berkisar 1–4 kilometer.

Menanggapi kondisi tersebut, Angga Pratama, Staf Sosial Kemanusiaan Yayasan Gerakan Peduli Sungai, menilai bahwa kabut asap tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan respons bersama.

“Ketika kabut asap mulai berdampak pada aktivitas masyarakat, hal yang harus menjadi perhatian utama adalah keselamatan dan kesehatan warga. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam situasi seperti ini,” ujar Angga Pratama.

Menurut Angga, kondisi tersebut membutuhkan langkah antisipasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, dan berbagai pihak terkait. Informasi mengenai perkembangan kualitas udara perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi diri dan keluarganya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait. Kelompok rentan perlu memperoleh dukungan dan informasi yang mudah dipahami serta dapat diakses secara inklusif.

“Dalam situasi seperti ini, upaya perlindungan masyarakat harus dilakukan sejak dini. Jangan menunggu dampak kesehatan semakin luas baru mengambil tindakan. Edukasi, penyebaran informasi yang benar, dan perhatian terhadap kelompok rentan merupakan bagian penting dari upaya pengurangan risiko bencana,” tambahnya.

Baca Juga:

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri Nasional

Angga menegaskan bahwa persoalan kabut asap juga perlu dilihat dari sisi pencegahan dan pengelolaan lingkungan. Penanganan kebakaran hutan dan lahan, pengawasan terhadap sumber pencemaran, serta koordinasi lintas wilayah merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko berulangnya kejadian serupa.

Yayasan Gerakan Peduli Sungai mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Masyarakat juga diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengacu pada sumber resmi dalam mengambil tindakan.

“Perlindungan lingkungan dan keselamatan manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kita membutuhkan kepedulian bersama, tindakan nyata, dan komitmen berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak dari persoalan lingkungan,” tutup Angga.

Baca Juga:

Batam Blackout: Perekonomian Lumpuh, Masyarakat Sebut Bisa Chaos

Tentang Yayasan Gerakan Peduli Sungai

Yayasan Gerakan Peduli Sungai merupakan lembaga yang bergerak dalam isu sosial kemanusiaan dan kepedulian lingkungan. Dalam menghadapi persoalan lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat, kolaborasi multipihak, edukasi publik, dan penguatan kesiapsiagaan menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh. *(anp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *