PMB dan Polda Kepri Gelar Silaturahmi Wujudkan Kerukunan Umat Bersama Tokoh Lintas Agama

banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Batam  – Persatuan Mubaligh Batam (PMB) dan Polda Kepri menggelar Silahturahmi antar umat beragama menyongsong Natal dan Tahun Baru jelang Pemilu 2024 demi terwujudnya Kamtibmas yang kondusif di Kepri

Kegiatan itu diikuti oleh seluruh perwakilan agama yang ada di Indonesia yaitu, agama Islam, kristen, katolik , Budha, Hindu, Konghuchu menyatukan persepsi menjadikan Kepri aman dan damai, berlangsung di restoran golden prawn bengkong kota Batam Kepulauan Riau. (25/11/2023)

PMB mengundang perwakilan dari 6 agama melalui tokoh agama untuk menyatukan persepsi dengan menyatakan sikap Kepri aman dan nyaman menjelang Natal dan tahun Baru Pasca Pemilu 2024,

“Apabila Kepri aman segala aktivitas dapat dilakukan agar dapat menjalankan roda ekonomi, menjalankan aktivitas sekolah, serta beribadah tentunya berjalan lancar tetapi segala sesuatunya dimulai dari para tokoh agamanya masing-masing yaitu mesjid, gereja, pure dan vihara untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama,” ucap Ketua PMB Kota Batam, PW Muhammadiyah Kepri, Ketua Komisi Dakwah MUI Kepri Dr. Suyono M.Ag.

Suyono juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah Kepri terus menggandeng elemen masyarakat dari kalangan tokoh agama yang ada di Kepri bersinergi dengan TNI – Polri sebagai penyejuk untuk membangun komitmen bersama

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena Batam umumnya Kepri harus menjalin kerukunan antar umat beragama dari lintas tokoh agama untuk menjalankan roda pembangunan, Kepri mendapat indeks tingkat kerukunan beragama tertinggi di Indonesia yaitu 85,78, tetapi akhir-akhir ini menurun karena terjadi konflik pendirian rumah ibadah terkait dengan pengalokasian lahan tidak sesuai dengan jumlah umat agama yang dianut disekitarnya,” ujar Prof dr. Ir. hasdullah Wibisono MM.

Ketua FKUB juga turut memberikan himbauan kepada seluruh umat beragama melalui lintas tokoh agama mari kita tingkatkan konduksifitas keamanan di kota Batam umumnya Kepri, perbedaan pilihan hal yang biasa saat pemilu tetapi persatuan dan kesatuan jangan sampai terpecah tentukan hak pilih menurut keyakinan masing-masing.

Diakhir acara seluruh perwakilan tokoh lintas agama bersama-sama menyatakan sikap berisikan sbb :
” Kami Tokoh Lintas Agama Bertekad Wujudkan Situasi Kondusif Jelang Natal, Tahun Baru, dan Pemilu 2024 di Kepulauan Riau ” (*/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *