Ramadhan 2025 di Taiwan, Ketetapan Awal Puasa dan Sejarah Islam di Negeri Formosa

Asia, Khazanah1828 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Kaohsiung, Taiwan – Menyambut bulan suci Ramadhan 2025, umat Islam di Taiwan bersiap menjalani ibadah puasa, dan berdasarkan perkiraan, awal puasa di negara ini akan bertepatan dengan 1 atau 2 Maret 2025, mengikuti kalender Islam global.

Meski bukan negara mayoritas Muslim, Taiwan memiliki komunitas Muslim yang cukup besar, terutama dari kalangan pekerja migran dan pelajar.

Menurut data dari Kementerian Luar Negeri Taiwan mencatat bahwa pada tahun 2022 hanya sekitar 50 ribu warga negara Taiwan yang beragama Islam. Namun, karena letaknya yang dekat dengan negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, populasi Muslim di Taiwan meningkat pesat dengan kehadiran pekerja dan pelajar dari negara-negara tersebut.

Diperkirakan, pada tahun 2022 lalu jumlah Muslim di Taiwan mencapai 300 ribu orang. Negara dengan julukan Formosa atau ‘pulau yang indah’ ini menjadi salah satu tujuan utama bagi tenaga kerja asing, khususnya dari Indonesia.

Statistik pemerintah menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat sekitar 250 ribu warga negara Indonesia yang tinggal di Taiwan, baik sebagai pekerja maupun pelajar. Kehadiran mereka turut memperkuat komunitas Muslim di negara ini.

Puasa Ramadhan di Taiwan diperkirakan akan dimulai pada 1 atau 2 Maret 2025, bergantung pada pengamatan hilal. Berdasarkan perhitungan media Islam setempat, Ramadhan kemungkinan akan jatuh pada malam 28 Februari, sehingga puasa pertama bisa dimulai pada 1 Maret 2025.

Selain menentukan awal Ramadhan, durasi puasa juga menjadi perhatian. Di Taiwan, waktu puasa cenderung lebih singkat dibandingkan Indonesia.

Mengacu pada jadwal Muslim Pro, pada awal Ramadhan 2025, waktu Subuh di Taiwan terjadi pukul 05.00, sementara Maghrib pada pukul 17.56. Artinya, Muslim di Taiwan akan berpuasa selama kurang dari 13 jam.

Namun, menjelang akhir Ramadhan, durasi puasa akan sedikit lebih panjang. Pada 29 Maret 2025, Subuh diperkirakan terjadi pukul 04.31, sementara Maghrib pada pukul 18.09. Dengan demikian, durasi puasa akan bertambah beberapa menit dibanding awal bulan.

Miliki Restoran Halal

Menjalani puasa di Taiwan memberikan pengalaman unik bagi umat Islam. Meskipun Islam bukan agama mayoritas, berbagai fasilitas dan komunitas Muslim berkembang di sana. Masjid dan restoran halal dapat ditemukan di kota-kota besar seperti Taipei, Taichung, dan Kaohsiung.

Selain keberadaan komunitas Muslim modern, Taiwan juga memiliki sejarah panjang terkait Islam. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Islam sudah masuk ke Taiwan sejak akhir Dinasti Ming dan awal Dinasti Qing, dibawa oleh keluarga Muslim dari pesisir Fujian yang bermigrasi ke pulau tersebut.

Beberapa keluarga Muslim yang berpengaruh dalam sejarah Taiwan antara lain keluarga Ding dari Taixi dan keluarga Guo dari Lugang.

Meskipun generasi selanjutnya lebih berbaur dengan budaya Tionghoa, mereka tetap mempertahankan tradisi Islam, seperti tidak mengonsumsi daging babi dalam ritual penghormatan leluhur. Sejarah Muslim Taiwan juga mencatat gelombang migrasi besar setelah Perang Dunia II.

Baca Juga:

Menteri LN Taiwan Lin Hadiri Konferensi Keamanan Regional Indo-Pasifik

Banyak Muslim dari China daratan yang pindah ke Taiwan, terutama setelah perubahan politik yang terjadi di daratan Tiongkok. Beberapa tokoh penting di Taiwan juga diketahui beragama Islam, seperti Mantan Menteri Pertahanan Pai Chung-hsi dan ayah dari penulis terkenal Pai Hsien-yung.

Hingga kini, Islam terus berkembang di Taiwan. Komunitas Muslim semakin kuat dengan berbagai acara keagamaan dan dukungan dari organisasi Islam setempat. **

(strategi/tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *