Malaysia Juga Memiliki Ormas, Apakah Meresahkan Seperti di RI?

Malaysia, Organisasi2115 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Organisasi – Ormas atau organisasi masyarakat, saat ini menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat. Media massa akhir-akhir ini dipenuhi dengan pemberitaan soal perilaku negatif sejumlah ormas di berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa perilaku ormas yang meresahkan antara lain memalak pengusaha berkedok sumbangan, menguasai lahan, baik parkir, pasar, pengamanan lahan dan lain sebagainya. Bahkan terbaru ada ormas di Kalimantan yang bisa menyegel sebuah perusahaan.

Keberadaan ormas di Indonesia ini juga tak lepas dari situasi politik di Indonesia. Misalnya saat masa pemilu, beberapa ormas terang-terangan mendukung salah satu calon. Spanduk besar ormas juga terpasang di jalanan. Lazim ditemui di Indonesia, bahkan ada pejabat negara datang ke acara ormas. Keberadaan ormas juga mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia.

Sebut saja keberadaan posko di sejumlah sudut kota, dan kehadiran mereka di berbagai acara dengan mengenakan seragam lengkap ala militer.

“Ormas” di Malaysia

Jika di Indonesia ada ribuan ormas, baik ormas berlatar belakang etnis kedaerahan maupun ormas tingkat nasional, di Malaysia juga ada perkumpulan organisasi masyarakat yang bisa dibilang serupa dengan ormas yang ada di Indonesia.

Nama ormas di Malaysia adalah RELA, akronim dari Jabatan Sukarelawan Malaysia. RELA bahkan terdaftar resmi sebagai organisasi masyarakat legal di bawah Kementerian Dalam Negeri Malaysia. Mengutip laman resmi RELA, semua warga negara Malaysia bisa bergabung menjadi anggota. Syaratnya adalah berusia minimal 18 tahun dan bukan anggota tentara.

Ada beberapa keuntungan menjadi anggota RELA di Malaysia antara lain mendapat asuransi saat bertugas, bisa mengikuti latihan semi militer, mendapat seragam loreng gratis, dan beberapa pelatihan keahlian tertentu.

Apakah RELA meresahkan masyarakat?

Berbeda dengan banyak ormas di Indonesia yang dilabeli citra negatif oleh masyarakat, keberadaan RELA di Malaysia selalu mendapat citra positif. Sukarelawan RELA tidak memeras warga, RELA tidak meminta jatah pekerjaan dari pengusaha, dan RELA juga tidak akan hadir dalam acara tanpa diundang. RELA hanya akan datang ketika dipanggil dan tenaganya dibutuhkan.

Ormas di Malaysia ini awalnya sudah ada sejak tahun 1948 yang tujuan awalnya adalah menggerakan sukarelawan untuk menjaga keamanan negara dari ancaman asing. RELA kemudian dilegalkan sebagai organisasi resmi oleh pemerintah pada 1972.

Cikal bakal RELA adalah perkumpulan masyarakat yang bertugas menjaga keamanan yang disebut Pertubuhan Kawalan Kampung atau Home Guard saat situasi keamanan Negeri Jiran ini belum stabil di awal kemerdekaan.

Pasukan sukarelawan ini juga berperan penting dalam menghadapi penyusupan orang-orang Indonesia dalam konflik Konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1960-an.

Kerajaan Malaysia banyak mengerahkan relawan masyarakat lokal untuk menjadi ‘telinga dan mata’ kerajaan untuk mengawasi upaya-upaya yang dianggap sabotase dan penyusupan dari pihak Indonesia. Selepas meredanya Konfrontasi Indonesia-Malaysia, para organisasi sukarelawan ini kemudian diberdayakan pemerintah Malaysia, semua perkumpulan organisasasi masyarakat lalu disatukan dalam RELA.

Ormas di Malaysia ini kemudian banyak dimanfaatkan untuk membantu pemerintah. Misalnya, relawan RELA banyak dikerahkan dalam penanganan bencana alam seperti banjir dan longsor.

Baca Juga:

APTIKNAS Apresiasi Karya Anak Bangsa, Cloud Nusantara Bersaing dengan Produk Global

Dengan demikian, RELA yang secara organisasi mirip dengan ormas di Indonesia, hanya akan hadir jika dibutuhkan dan dipanggil, hal ini membuat masyarakat Malaysia akan senang dengan kehadiran RELA.

“RELA kini sedang melalui arus transformasi ke arah sebuah Jabatan yang unggul dan perkasa apabila peranannya tidak lagi hanya dilihat tertumpu kepada situasi darurat atau bidang keselamatan semata-mata, malah menjurus kepada situasi dan kehendak semasa yang meliputi keselamatan, keamanan, kesejahteraan, keharmonian, kesatuan dan perpaduan negara,” tulis pengurus RELA di situs resminya. **

(komp/tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *