TimesAsiaNewa.com | Malaysia – Memang dalam pernikahan, curiga merupakan hal yang wajar. Apalagi jika menemukan hal-hal yang tak biasa.Itulah yang baru saja dialami seorang wanita di Malaysia berikut ini.
Ia menduga suaminya berselingkuh setelah mendapati kondom bekas di saku celana sang suami.
Dikutip dari TribunStyle pada Rabu, 22 Februari 2023, kisah wanita menemukan kondom bekas di saku celana suami itu diungkap oleh pengacara bernama Fedtri Yahya di Twitter.
Cuitan Fedtri Yahya pun menarik perhatian besar dari masyarakat. Fedtri menceritakan seorang wanita telah menikah selama empat tahun.
Dari pernikahan itu, ia dikaruniai dua anak.
Suaminya adalah seorang pengusaha dengan penghasilan tinggi, sangat kaya. Di mata orang-orang di sekitarnya, dia adalah pria yang bermartabat, lembut, murah hati, penyayang keluarga, semuanya sempurna. Namun kenyataannya, hanya sang istri yang memahami penderitaan dalam pernikahannya.
Sang istri mengatakan bahwa baru-baru ini, suaminya melakukan perjalanan bisnis selama 3 hari ke negara bagian Kedah, Malaysia barat laut.
Dia ada di sana untuk menghadiri bursa kerja di Kuala Lumpur Capital Central Convention and Exhibition Center.
Lantaran sibuk mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan rumah, wanita itu tidak bisa menemani sang suami.
Tiga hari kemudian, ketika sang suami kembali ke rumah, sang istri mengumpulkan pakaiannya untuk dicuci.

Tak disangka, saat itu ia menemukan di saku celana suaminya terdapat kondom yang terbuka, termasuk kondom bekas.
Hal ini membuat wanita itu percaya bahwa suaminya pergi keluar untuk ‘makan pho’ atau melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain sementara istrinya tidak ada.
“Hati saya hancur, seluruh tubuh saya gemetar saat mengetahui hal ini,” kata wanita itu.
Tapi bukan itu saja kemalangan yang harus dialami wanita ini.
Dia mengatakan bahwa meskipun kaya, suaminya sangat pelit dengan istri.
Selama beberapa bulan dia hanya memberi istrinya 60 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 200 ribu untuk dibelanjakan.
Karena tidak bekerja, wanita itu hanya bisa meminjam dari kerabat dan teman, bahkan membuat kue untuk dijual sendiri demi mendapatkan uang tambahan untuk membayar rumah, listrik dan air serta biaya hidup lainnya.
Lebih dari itu, wanita tersebut juga dihina dan disiksa secara mental oleh suaminya, membuatnya sangat sengsara, lelah dan tertekan.
Bertentangan dengan semua penderitaan itu, wanita itu pernah berpikir untuk bunuh diri.
Namun hal itu batal karena memikirkan dua anaknya.
Suatu ketika, ayah wanita itu meninggal dunia.
Wanita tersebut menangis pedih dalam perjalanan dari rumah suaminya ke rumahnya.

Namun, suaminya malah melarangnya untuk banyak menangis sehingga dia harus bersembunyi di kamar mandi untuk menangis sendirian.
“Dia biasa mengatakan dia adalah hadiah terbesar dalam hidupku, dan aku adalah komet dalam hidupnya,” kata wanita itu.
Kini, wanita itu berusaha mencari pekerjaan yang cocok agar bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya sehingga tidak bergantung pada suaminya.
Kisahnya wanita malang itu mendapat banyak respons dari netizen. Banyak orang bersimpati dengan keadaannya, menasihatinya untuk segera bercerai dan berharap dia menemukan pekerjaan yang cocok untuk keluar dari kehidupan yang sem
Menurut AT, dia diseret keluar rumah oleh keluarga suaminya tanpa pakaian hangat dan sepatu di tengah musim dingin.
Ketika diusir dari rumah, dia juga tidak punya uang atau kartu identitas.
Ibu AT mengatakan bahwa rumah tiga lantai dibangun dalam pernikahannya pada tahun 2009.
Dia turut menyumbangkan uang dan tenaga dalam pembangunannya, tetapi sekarang dia diusir dengan tangan kosong bersama dua anaknya.
“Saat ini saya masih menjadi istri, anak dan cucu dalam keluarga, saya masih menjadi anggota keluarga yang terang-terangan mengabaikan hukum untuk mengusir anggota keluarga dari Gunung tinggal resminya.
Sore ini jam 11 siang, kedua anak saya pulang sekolah dan tidak memperbolehkan mereka pulang untuk makan, minum, dan persiapan sekolah pada sore harinya,” ucapnya ibu kedua anak itu.
Mereka mengusir kedua anaknya karena keinginan kedua anak itu untuk mengikuti ibu mereka ketika mengetahui bahwa ayah mereka punya pacar dan sering melecehkan mental anak-anak tersebut,” tulis AT.
Dalam unggahan itu, terdapat video yang menunjukkan AT berdiri di depan rumah sambil menangis.
Dalam video lain juga memperlihatkan seorang gadis kecil yang diduga anaknya menangis di depan rumah.
Orang yang merekam klip itu mengatakan bahwa anak itu harus pulang untuk mempersiapkan sekolah pada sore hari, tetapi dia tidak diizinkan masuk ke dalam rumah.
Pada 19 Februari malam, AT terus membagikan foto lainnya saat duduk bersama kedua anaknya di kursi di koridor kantor polisi.
“Saat ini, pada tengah malam ketika orang dan keluarga sedang tidur, ibu dan anak perempuan itu tinggal di tempat yang paling aman.

Itu adalah tempat di mana orang yang dicintainya seperti dia, tanpa tempat berlindung, tanpa rumah, tanpa rumah.
Mereka membiarkan ibu saya dan saya duduk di teras,” cerita AT.
Segera setelah diposting, klip dan informasi tersebut mendapat puluhan ribu suka dan dibagikan ulang banyak netizen.
Berbicara kepada Saostar terkait kejadian di atas pada siang hari tanggal 20 Februari, pihak kepolisian membenarkan bahwa dia telah memperoleh informasi tentang kasus ini dan sedang melakukan klarifikasi. (*/tribunStyle/tanews)








