Kapal Tanker Chemical Terbalik di Laut Jepang, 8 Kru WNI Dinyatakan Hilang

Asia, Maritim, Musibah3215 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Jepang – Sebuah kapal tanker membawa cairan kimia atau Chemical terbalik di laut Jepang, tepatnya di luar area berlabuh Pulau Mutsure Jepang, pada Rabu malam (20/3/2024).

Dari keterangan seorang awak kapal yang sedang berada di lokasi berlabuh di perairan Jepang membagikan momen video di media sosial. Kapal jenis tanker yang nahas tersebut bertolak dari Jepang menuju Busan Korea Selatan pada tanggal 19 Maret, keluar dari Kamoon street. Karena cuaca sedang buruk kapal mengalami kemiringan sehingga terbalik pada keesokan harinya.

Diketahui kapal tanker yang bernama Keoyoung Sun tersebut berbendera Korea Selatan, dengan membawa 11 kru, terdiri dari 8 kru WNI dan 2 warga Korea Selatan (nakhoda dan kepala kamar mesin) dan 1 kru warga China yang bertugas sebagai kepala koki.

Kini nasib 8 WNI sebagai ABK dipastikan tewas dalam musibah kapal yang membawa muatan kimia milik Korean Selatan tersebut.

Lembaga penyiaran publik NHK mengatakan penjaga pantai Jepang menerima panggilan darurat (SOS) dari tanker Keoyoung Sun, yang miring karena gelombang besar dengan kecepatan angin 55 knot, saat berlabuh di dekat Pulau Mutsure.

Baca juga:

Bajak Kapal Tanker di Pantai Gading, 17 WNI dan 2 ABK Korsel Selamat; Petugas Setempat Tak Beri Akses

Kapal itu sudah terbalik pada saat kapal penjaga pantai tiba di TKP. Sebelas orang masih diperkirakan terjebak di dalamnya.

Tim penyelamat menemukan satu orang masih hidup, diketahui adalah masinis 1 WNI, sementara pencarian awak lainnya yang hilang masih berlanjut. Para awak kapal termasuk dua warga negara Korea Selatan, delapan WNI, dan seorang warga negara China, menurut penjaga pantai Jepang.

Dalam lansiran voa menjelaskan, para pejabat mengatakan kapal tanker itu membawa 980 ton asam akrilat, bahan yang digunakan dalam cat, penggosok lantai, produk perawatan pribadi, dan deterjen. Namun sejauh ini belum ada bukti bahwa asam tersebut bocor ke laut.

Rekaman dari stasiun televisi Jepang NHK menunjukkan lambung kapal Keoyoung Sun berwarna merah dan rakit penyelamat yang terbalik, sementara kapal penjaga pantai menerjang gelombang yang diperkirakan ±3,5 meter dan sebuah helikopter terbang di atasnya.

Para kru memberitahu penjaga pantai pada Rabu pagi bahwa kapal itu miring dan meminta bantuan di dekat pulau Mutsure, di lepas pantai barat daya Jepang, kata NHK.

Pulau ini terletak tak jauh dari ujung barat daya pulau utama Jepang, Honshu, sekitar 555, 55 NM (nautical mile) atau Sama dengan 1.000 kilometer dari Tokyo.

Penjaga Pantai Jepang menerima panggilan SOS segera setelah pukul 07:00 waktu setempat (5:00 WIB) yang mengatakan bahwa kapal itu “miring, tolong bantu kami”, kata juru bicara tersebut.

Menurut NHK, kapal tersebut bernama Keoyoung Sun, yang menurut situs spesialis vesselfinder.com adalah kapal tanker kimia dan produk minyak yang dibangun pada tahun 1996, berukuran panjang 69 meter. (**/tanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *