TimesAsiaNews.com | Kepulauan Riau (Kepri) memiliki luas maritim yang terletak di jalur pelayaran internasional strategis, wilayah ini terdiri dari 5 kabupaten dan 2 kota (termasuk Batam dan Bintan), yang didominasi oleh perairan dengan lebih dari 1.350 pulau. Berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.
Dari ribuan pulau yang dimiliki Kepri ini tentunya sangat mempengaruhi berbagai aspek, seperti ekonomi dan investasi serta industri dan perdagangan. Selain itu Kepri juga berperan menunjang pariwisata dan budaya, aspek tersebut berfungsi sebagai salah satu gerbang utama untuk mendongkrak perekonomian daerah hingga skala nasional.
Letak provinsi kepulauan strategis ini sangat mempengaruhi pulau-pulau sekitaran Kepri, yang harus memiliki fasilitas pelabuhan yang mendukung untuk menjadikan wilayah kepulauan yang luas daratannya ini sekitar 8.201,72 km².
Untuk menunjang itu semua, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan memperkuat gerbang maritim Kepri melalui pengembangan Pelabuhan di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, guna meningkatkan konektivitas antarpulau, kapasitas layanan penyeberangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Komitmen ASDP memperkuat konektivitas antarpulau kembali diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Uban,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo, dalam keterangan, mengutip Antara di Jakarta. Ahad (21/6/2026).
Melalui groundbreaking pembangunan Dermaga 2 dan peningkatan kapasitas Dermaga 1, ASDP menegaskan perannya sebagai penggerak konektivitas sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan.
Heru mengatakan pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban merupakan langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang terus meningkat di wilayah kepulauan.
Dirinya juga menegaskan setiap dermaga yang dibangun perusahaan BUMN sektor penyeberangan itu bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung berbagai peluang ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi We Bridge the Nation, menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif,” ujar Heru.
Baca Juga:
PLN Batam Tingkatkan Kepatuhan Perizinan Berbasis Risiko bersama Kementerian Investasi/BKPM
Dalam proyek tersebut, ASDP membangun Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter yang dirancang melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Dermaga itu akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton guna memperlancar proses bongkar muat kendaraan dan penumpang.
Secara bersamaan, kapasitas Dermaga 1 juga ditingkatkan melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas sandar sehingga mampu melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.
Heru memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau. **
(ant/tans)












